Krisis Sabah, Sultan Sulu Tegaskan Akan Bertempur Sampai Titik

E-mail Print PDF

Sultan Sulu/ist

Manila, NTT Online - Konflik bersenjata di Sabah, Malaysia terus berlangsung. Bahkan seorang pria yang mengklaim dirinya sebagai Sultan Sulu di Filipina selatan, menegaskan bahwa orang-orangnya akan bertempur hingga titik penghabisan.

Hal ini disampaikan Sultan Sulu, Jamalul Kiram III di Manila, Filipina seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (5/3/2013).

Penegasan ini disampaikan di tengah serangan udara dan darat yang dilancarkan militer Malaysia guna mengakhiri konflik di Sabah. Konflik yang telah berlangsung tiga minggu itu, sejauh ini telah menewaskan 27 orang termasuk 8 polisi Malaysia.

"Putra mahkota, pasukan kerajaan dan banyak pembela tanah air yang tiba (di Sabah) secara sukarela akan bertempur hingga orang terakhir demi cita-cita dan aspirasi mereka," tegas Kiram.

Kiram mengirimkan adik laki-lakinya, sang putra mahkota Raja Muda Agbimuddin Kiram dan ratusan para pendukungnya, yang sebagian bersenjata ke Sabah, Malaysia pada 12 Februari lalu. Dengan menggunakan kapal, mereka mengemban misi untuk mengklaim wilayah Sabah sebagai milik Kesultanan Sulu dan menginginkan adanya renegosiasi ulang mengenai 'sewa' wilayah Sabah oleh pemerintah Malaysia.

Menurut sejarah, pada tahun 1658, Sultan Brunei menghadiahkan wilayah Sabah ke Sultan Sulu atas bantuan yang diberikan dalam melawan pemberontakan di Brunei. Kemudian pada masa penjajahan Inggris tahun 1878, Sabah disewa oleh perusahaan British North Borneo.

Perusahaan itu harus membayar uang pajak senilai US$ 1.600 per tahun kepada pewaris Kesultanan Sulu. Dalam kontrak disebutkan, uang sewa akan terus dibayar selama Sabah masih dalam kekuasaan perusahaan itu.

Namun ketika Inggris pergi dan Sabah kemudian menjadi bagian dari wilayah negara Malaysia, pemerintah Malaysia masih meneruskan pembayaran itu. Hingga kini, Malaysia masih membayar sekitar 5.000 ringgit (Rp 15,6 juta) per tahun kepada pewaris Kesultanan Sulu.

Nah, persoalan mulai muncul ketika Inggris memerdekakan Malaysia. Sejak tahun 1963, saat Sabah dinyatakan masuk wilayah Malaysia, Inggris dengan sepihak menginterpretasikan isi kontrak secara berbeda dari sebelumnya.

Pihak Inggris menganggap uang yang dibayarkan ke Kesultanan Sulu sebagai uang untuk mengalihkan kepemilikan Sabah, walau pembayarannya masih terus berlangsung dan diwariskan ke pemerintah Malaysia hingga saat ini. Sementara Kesultanan Sulu menganggap uang pajak tersebut tetap sekadar uang sewa wilayah mereka di Sabah namun status kepemilikan tidak berubah.dtc


rssfeed
Email Twitter Facebook google YahooWebSzenario
 

Artkel Terbaru

Drainase Buruk, Banjir Genangi Pasar Baru Atambua

Drainase Buruk, Banjir Genangi Pasar Baru Atambua

Laporan Yansen BauAtambua, NTTOnline - Derasnya... [More...]

Beasiswa Miskin Diluncurkan Pada Hut Kota Kupang ke 19

Beasiswa Miskin Diluncurkan Pada Hut Kota Kupang ke 19

Laporan Yongki MauletiKupang, NTTOnline -... [More...]

Saluran Pembuangan Embung Ainiba Jebol

Saluran Pembuangan Embung Ainiba Jebol

Laporan Yansen BauAtambua, NTT Online - Saluran... [More...]

AJI Desak Polisi Gunakan UU Pers

AJI Desak Polisi Gunakan UU Pers

Jakarta, NTTOnline - Aliansi Jurnalis... [More...]

Tidak Ada Jaringan Listrik, Desa di Perbatasan RI-RDTL Gelap Gulita

Tidak Ada Jaringan Listrik, Desa di Perbatasan RI-RDTL Gelap Gulita

Laporan Yansen BauAtambua, NTTOnline - Sebagian... [More...]

Jaksa Akan Periksa UPK Dan Kades Terkait Korupsi BSPS

Jaksa Akan Periksa UPK Dan Kades Terkait Korupsi BSPS

Laporan Yansen BauAtambua, NTTOnline - Tim... [More...]

Pemkot Target PAD Hingga Rp150 Miliar di Tahun 2017

Pemkot Target PAD Hingga Rp150 Miliar di Tahun 2017

Laporan Yongki MauletiKupang, NTTOnline -... [More...]

Pemkot Alokasikan Dana Rehab 200 Rumah Tidak Layak Huni

Pemkot Alokasikan Dana Rehab 200 Rumah Tidak Layak Huni

Laporan Yongki MauletiKupang, NTTOnline - Dalam... [More...]

Irpan, Terdakwa Narkoba Dituntut Seumur Hidup

Irpan, Terdakwa Narkoba Dituntut Seumur Hidup

Laporan Yansen BauAtambua, NTTOnline - Irpan... [More...]

Pilkades Ricuh, Massa Pendukung Balon Gugur Brutal Aniaya Kasospol Haekto

Pilkades Ricuh, Massa Pendukung Balon Gugur Brutal Aniaya Kasospol...

Laporan Judith Lorenzo TaolinKefamenanu,... [More...]